| |
Perkembangan Bahasa Sunda Kini Makin Kritis
Kepala Balai Bahasa Bandung, Muh. Abdul Khak, bahwa perkembangan bahasa Sunda saat ini mengalami pergeseran atau kritis. Sebagian besar orang Sunda telah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa primernya.
“Kekhawatiran semakin berkurangnya pemakai bahasa Sunda bukan hanya karena faktor eksternal, sepeti pengaruh bahasa Indonesia, tetapi bisa juga karena faktor internal, seperti adanya undak usuk bahasa yang menyebabkan generasi muda kesulitan berbahasa Sunda.Kedua faktor itu menyebabkan banyak keluarga yang tidak mau lagi menggunakan bahasa Sunda di dalam keluarganya, bahkan termasuk keluarga suami istri Sunda yang mengaku orang Sunda," ujar Muh.Abdul Khak.
Abdul Khak menjelaskan, bahwa masalah bahasa sangat berkaitan erat dengan persoalan identitas. Jika seseorang sudah tidak mampu menguasai bahasa daerahnya, tentu kehilangan identitas kedaerahannya juga."Orang Sunda yang sudah tidak mampu berbahasa Sunda tentu tidak layak disebut sebagai orang Sunda," tandasnya.
Walaupun demikian kata Abdul Khak, bahasa Sunda tidak akan hilang sampai 100 tahun mendatang. Alasannya, karena Bahasa Sunda merupakan bahasa daerah terbesar kedua di Indonesia.
"Saya yakin bahasa Sunda tidak akan hilang atau karam dalam 100 tahun ke depan, karena masih banyak yang menggunakannya. Namun saya khawatir, bahasa Sunda mengalami pergeseran yang cukup signifikan karena ditinggalkan para pemakainya," paparnya.
Karena itu salah satu solusi agar bahasa Sunda bisa bertahan, setiap keluarga harus mau mengajarkan bahasa Sunda kepada anak-anaknya. Sebab, peran keluarga merupakan benteng terakhir bertahannya bahasa Sunda, bukan pemerintah.
"Tanpa ada kemauan dan niat dari keluarga, bukan tidak mungkin bahasa Sunda lambat laun akan karam atau hilang," tuturnya kepada wartawan.
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |
|