DNAberita
DNAberita    
  Headlines  | Economy  |  Law  | Politic | Sports  |   IT   | Lifestyle  |  Entertainment  | Profile |  Leisure  |  Graha  | Campus  |  Youth  |  Event  | Lingua  |  Features  |  Index  |  Forum
Breaking News
Biak Diguncang Gempa 7,1 SR, Berpotensi Tsunami - Laser Pointer Juga Bisa Merusak Retina Mata - Nikah, Indra Bekti Ogah Gelontorkan Biaya Miliaran - Warnet Diimbau untuk Lebih 'Galak' dengan Situs Porno.
DNAberita - Digital News Terdepan
tell a freind
      Content
lingua   Intisari
lingua   Sastra
lingua   Cerpen
lingua   Puisi
lingua   Resensi Buku
 

lowongan kerja

Business Yellow Pages

Indosat

ANJ Finance

Buwi

Subur baru 300110

speedy 180310

 
 
  DNAberita - Digital News Terdepan
Berita Lainnya


Roy Suryo Yakin Video Mesum Ariel Pakai Hape Dual Camera dan Communicator

 


Portugal Lewatkan Kesempatan

 


Cantik dengan Santan Kelapa

 


Samsung Corby i5500 atau Samsung Galaxy 5 Dengan Android 2.1 dan Spesifikasi Oke

 


Belum Waktunya

 


Memilih Atap Rumah Tepat nan Estetik

 


Sejarah Penciptaan Lilin

 

Kami menerima Puisi, Cerpen, Cerber dan artikel Bahasa serta Sastra. Kirim ke email: redaksi@DNAberita.com dengan subjek : LINGUA.
 
lingua Intisari
<< Back  
______________________________________________________________________________________________________________
  Perkembangan Bahasa Sunda Kini Makin Kritis

Kepala Balai Bahasa Bandung, Muh. Abdul Khak, bahwa perkembangan bahasa Sunda saat ini mengalami pergeseran atau kritis. Sebagian besar orang Sunda telah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa primernya.

“Kekhawatiran semakin berkurangnya pemakai bahasa Sunda bukan hanya karena faktor eksternal, sepeti pengaruh bahasa Indonesia, tetapi bisa juga karena faktor internal, seperti adanya undak usuk bahasa yang menyebabkan generasi muda kesulitan berbahasa Sunda.Kedua faktor itu menyebabkan banyak keluarga yang tidak mau lagi menggunakan bahasa Sunda di dalam keluarganya, bahkan termasuk keluarga suami istri Sunda yang mengaku orang Sunda," ujar Muh.Abdul Khak.

Abdul Khak menjelaskan, bahwa masalah bahasa sangat berkaitan erat dengan persoalan identitas. Jika seseorang sudah tidak mampu menguasai bahasa daerahnya, tentu kehilangan identitas kedaerahannya juga."Orang Sunda yang sudah tidak mampu berbahasa Sunda tentu tidak layak disebut sebagai orang Sunda," tandasnya.

Walaupun demikian kata Abdul Khak, bahasa Sunda tidak akan hilang sampai 100 tahun mendatang. Alasannya, karena Bahasa Sunda merupakan bahasa daerah terbesar kedua di Indonesia.

"Saya yakin bahasa Sunda tidak akan hilang atau karam dalam 100 tahun ke depan, karena masih banyak yang menggunakannya. Namun saya khawatir, bahasa Sunda mengalami pergeseran yang cukup signifikan karena ditinggalkan para pemakainya," paparnya.

Karena itu salah satu solusi agar bahasa Sunda bisa bertahan, setiap keluarga harus mau mengajarkan bahasa Sunda kepada anak-anaknya. Sebab, peran keluarga merupakan benteng terakhir bertahannya bahasa Sunda, bukan pemerintah.

"Tanpa ada kemauan dan niat dari keluarga, bukan tidak mungkin bahasa Sunda lambat laun akan karam atau hilang," tuturnya kepada wartawan.

 

Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita

 

 

 

  lingua DNA |R-01/redimulyadi
______________________________________________________________________________________________________________
  DNAberita - Digital News Terdepan
.lingua Penyebab Terjadinya Variasi Penggunaan Bahasa Ssing Dalam Lingkup Masyarakat Indonesia
.lingua Perlunya Pemahaman Terhadap Bahasa Indonesia yang Baik dan yang Benar
.lingua Bahasa Indonesia dan Uji Kompetensi Hasil Ujian Nasional Paling Jeblok
.lingua Mesin Tidak Pahami Pembicaraan
.lingua Majas / Gaya Bahasa dalam Bahasa Indonesia
  Index
DNAberita - Digital News Terdepan
 
Redaksi | Contact Us | About Us | Info Iklan | Berita Anda
Peraturan & Layanan
  Copyright@DNAberita.com - PT. Digital Media Indonesia.
All Rights Reserved